vLadMr

mind repost…

Korek harian Suzuki New Shogun 125

with one comment

Gimana caranya mentokin speedometer… ?

Jika kalian mengetik keyword “shogun” pada kolom google, maka hal terindah yang muncul adalah definisi tentangnya … Bahasa jepang Shogun bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memiliki arti “komandan perang”. Filosofi ini mencerminkan semangat Michio Suzuki dalam menciptakan sebuah kendaraan yang dilahirkan untuk memimpin. Sejak pertama munculnya Shogun 110cc, meski dikenal dengan julukan Shogun “Kebo” (lebih karena kontur bodinya yang menggembung) namun larinya melebihi kancil.  Hehehe…

Flashback ke tahun 97an, shogun kebo menjadi primadona balap, melebihi Honda grand, supra, atau yamaha crypton… Terkenal unggul karena dimensi pistonnya paling gede, dan payung klep paling gede pula, disokong cdi Shindengen yang masih dicari-cari hingga saat ini, putaran atas shogun memang menggila. Hingga kini suzuki kukuh mengembangkan performa motornya dalam balutan konsep suzuki shogun 125.

Memiliki bakat kencang, sehingga modifikasi mesin shogun 125 bisa dimulai dari langkah yang tidak terlalu ekstreme. Basic mesin dibekali stroke 55 milimeter, dan lingkar piston 53,5 milimeter, asupan bahan bakar yang mampu ditampung silinder sebanyak 124cc merupakan sumber besaran tenaga Shogun mampu menjerit 9.6 ps @ 8,000 RPM. Bila kondisi mesin sehat maka tak sulit rasanya meningkatkan tenaganya mendekati angka 15 horsepower dengan sedikit colekan saja.

piston thunder 125

Ganti Piston

Shogun 125 memiliki diagonal baut tanam mesin Langkah pertama adalah, melengserkan piston standard dengan milik suzuki thunder 125, dengan dimensi 57 milimeter , kapasitas mesin dapat didongkrak menjadi 140cc. Semakin banyak modal yang dihisap, semakin banyak yang dipompakan ke ruang bakar, bum!! Hasil ledakan makin dahsyat = Tenaga makin besar.

Bukannya latah dan tanpa pertimbangan, mengapa berani bore up, karena diameter baut tanam shogun 125 cukup besar berarti sanggup menerima torsi pengencangan lebih kuat maka tidak diragukan mesin ini mampu menerima kompresi yang relatif besar. Kedua, ketebalan daging liner dari suzuki shogun 125 masih aman jika menerima piston thunder. Bahkan karena lubang tengah crankcase masih memiliki potensi untuk dibesarkan lagi hingga ke ukuran piston sonic 0.s 3.00 yang mendekati dimensi piston Honda Tiger. Hmmm… Read the rest of this entry »

Written by irving

14 March 2012 at 14:51

Posted in Motor

Korek Harian New Shogun 125 SP atau Axelo Tanpa Bore Up

with one comment

Belum juga odometer menunjukkan angka 500 km, Robby Wahyudi tak segan upgrade Suzuki Axelo 125 yang baru seminggu berada di garasi rumah. Paket racikan Ultraspeed di Jl. Cipto Mangunkusumo No.42, Ciledug, Tangerang jadi rujukan kali ini. “Masih buat dipakai harian soalnya, paling sama turing, jadi memang enggak mau terlalu ekstrem,” terang Robby yang hobi travelling dan naik gunung ini.

Rahasianya ada di jeroan internal ruang bakar, yang dikomposisi dengan durasi camshaft sepadan. Maka dari itu, piston Izumi berdiameter 53,5 mm menggantikan piston asli. Ukuran memang masih sama dengan aslinya, hanya beda konstruksi saja. “Kelebihannya bentuk kepala piston lebih menonjol, jadi kompresi lebih tinggi (gbr.1),” terang Choky, mekanik andalan Ultraspeed yang kebagian tanggung jawab.

Korek Harian New Shogun 125 SP dan Axelo  Korek Harian New Shogun 125 SP dan Axelo

Pun begitu dengan penggunaan ring piston bawaan asli yang dirasa masih cukup. Harga tentu tak melonjak tinggi, piston saja cukup mengeluarkan uang Rp 150 ribu, plus tambahan ongkos kerja Rp 250 ribu. Tapi tenang, ongkos kerja sudah termasuk pekerjaan lainnya loh. Apalagi bentuk kepala piston mesti sedikit dicoak supaya enggak mentok dengan klep.

Selesai pasang piston, kem aslinya di-custom alias mengalami proses pembubutan sebanyak 1 mm. Ongkosnya cukup Rp 200 ribu. Kompresi sudah tinggi, dengan kem berdurasi lebih besar, alhasil Choky harus menyesuaikan debit bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. “Ganti spuyer standar ukuran 15/100 jadi 17,5/102,5 untuk mengimbangi tenaga mesin yang lebih besar,” sambung mekanik asli Betawi ini.

Kelar urusan internal mesin, giliran perangkat lain deh yang dibenahi. Pikir punya pikir, bensin masuk lebih banyak dengan jeroan mesin meningkat. Tentu butuh saluran buang lebih plong buat menyalurkan tenaga mesin lebih optimal. Knalpot rakitan SKR model terompet seharga Rp 150 ribu kini menghuni kolong (gbr.2).

Oiya, tak hanya main di sektor pembangkit tenaga. Part pendukung lain pasti enggak ketinggalan ikut masuk paket hemat Ultraspeed. “Supaya pengapian lebih optimal, ganti pakai BRT Neo Hyperband seharga Rp 400 ribu, jadi api busi nurut sebesar apapun kapasitas mesin,” ulas mekanik yang rajin tertawa ini.

Hasil pengukuran tenaga standar sebesar 7,02 dk/7.770 rpm kini menjadi 11,02 dk/9.427 rpm (gbr.3). Efeknya, Robby lebih nyaman putar gas berkat lonjakan tenaga sebesar 4 dk!

(Source : MyMotobike dot com)

Written by irving

22 November 2012 at 19:59

Posted in Motor

Bore Up Shogun 125 untuk Upgrade Performa Harian dan Touring

with 2 comments

Alhamdulillah,

Belajar memang mengasyikkan, apalagi jika belajarnya menyangkut hobby. Praktikumnya pun membuat mesin kencang. Setelah mengenyam teorema , langsung diaplikasikan pada media, selain belajar mesin juga belajar menghadapi pelanggan. Korekan harian dulu latihannya. Asyik, bukan?

Shogun 125 adalah salah satu favorit motor kencang, selain sudah dibekali klep cukup besar 25.22, langkah nya juga sudah relatif tinggi, di kisaran 55,mm. Modifikasi sederhana yang dilakukan oleh siswa privat RAT kali ini pun sudah umum dilakukan. Sengaja dibuat se sederhana mungkin supaya mudah ditiru, dan kalau di tiru berhasil, ilmu nya jadi bermanfaat buat kami dan pemilik motor yang modif di RAT. Hehehe…

Ubahan simple tanpa bongkar crankcase, adalah membenamkan piston suzuki thunder 125, meski judulnya sama 125, tapi piston thunder ternyata 3,5 milimeter lebih besar dari standard shogun. Alhasil kapasitas mesin menggemuk 15cc, jadi 140cc, lumayan…
Diameter pin piston sama, namun yang perlu diperhatikan top piston thunder dan shogun berbeda. Cara mengeceknya gimana? Gandengkan saja kedua piston itu, pasti tinggi piston thunder melebihi standardnya. Supaya kompresi tetap rendah maka piston thunder harus dipangkas 1 milimeter rata.

Mengimbangi korekan , lubang porting dibesarkan menjadi diameter 25mm pada inlet dan outlet, noken as dipangkas pada pantat dan pinggang sebanyak 1 milimeter, pasokan bahan bakar supaya tidak telat dikawal pe28 ber komposisi pilot jet #60, main jet #130. Knalpot mengandalkan R9 racing, cdi rextor adjustable yang dikoreksi pada derajat 37 sebelum TMA.

Barjo lagi nge-setting shogun 125 diatas meja dyno

Walla, hasilnya tenaga meningkat hampir 50 % dari standard pabrikan 8,5hp, menjadi 12,6 horsepower di 10,000 rpm, dengan torsi 9,6 N.m sudah di dapat di 7,000 rpm, rentang tenaganya luas, hingga limiter di 11,000 rpm. Dibanding standard, yang ini nafasnya semakin nariiikkkk. Kalau kesimpulan pembelajaran ? Kompresi meningkatkan torsi dan potensial tenaga. Kalau porting, cam, karburator besar lebih kepada fokus menaikkan tenaga di putaran lebih tinggi. Well, Not bad untuk seorang pemula…

Hasil Dyno :

Bore up sedikit, langsung 12,6 horsepower

(source R.A.T Motorsport)

Written by irving

28 August 2012 at 12:13

Posted in Motor

Korek harian Suzuki Shogun FD 125 SP

with 2 comments

Mengusung label SP (Special Production), bukan berarti spesial dalam segala hal, termasuk performa. Walaupun sudah menganut kopling manual dan beberapa fitur menarik pada tampilan, banyak pembesutnya yang masih tidak puas dengan akselerasi bebek lansiran Suzuki berkapasitas 125 cc ini.

Dari pabrikan, motor ini dirancang menganut perbandingan kompresi statis 9.1 : 1. Setelan klep in maupun out-nya 0,05 mm.”Plus settingan  udara di karburator antara 1 ¼ sampai 1 1/5 putaran keluar, biasanya top speed cuma tembus 110 km/jam,” ungkap Ida Bagus Teja Kencana, Service Manager Cahaya Surya Bali Indah di Jl. By pass Ngurah Rai 110C, Kuta, Bali yang merupakan main dealer Suzuki untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Bisa gak ya dimaksimalin lagi?

DIRENGGANGKAN

Kali ini Kadek Ramayadi dari bengkel D30 yang berlokasi di Br. Pengosekan, Ubud, Gianyar yang mencoba menjawabnya. Kebetulan ada Shogun SP lansiran 2006 milik salah satu konsumennya yang boleh ‘diobok-obok’. Dengan catatan semua part yang digunakan harus standar ting-ting. Jangan kayak Ayu Ting-Ting yang susah nyari alamat, hehehe..

Mula-mula yang dilakukan adalah “mengukur durasi kem dan angkatan klep (gbr.1). Dari hasil pengukuran, didapatkan durasi kem in dalam keadaan klep terangkat 1 mm adalah membuka 2° sebelum Titik Mati Atas (TMA) dan menutup 42° setelah Titik Mati Bawah (TMB). Artinya durasi terhitung 224° dengan lift kem 5,15 mm (gbr.2),” jelas ayah satu putri ini.

Sedangkan klep out mempunyai format pembukaan 40°sebelum TMB dan menutup 4° setelah TMA. Durasinya sama dengan kem in, yaitu 224°. Gejala yang dirasakan kala berakselerasi dengan setelan pabrik itu, power pada tiap perpindahan gigi agak sedikit drop. Untuk mencapai top speed juga rasanya cukup lama.

Maka, setting ulang pun dilakukan. Setelan klep diubah. Pertama dicoba clearance 0,09 mm untuk klep in dan out. Sementara kombinasi pilot dan main jet masih 12,5 dan 92 (gbr.3) dengan setelan udara 1 1/5 putaran keluar.

Motor pun kemudian dites berakselerasi. Hasilnya, power motor dirasakan lebih bagus dari sebelumnya, akselerasi lumayan cepat dan top speed bisa mencapai 115 km/jam. Namun ada yang dirasa masih kurang, yakni tiap perpindahan gigi nafas motor terasa lebih pendek-pendek walupun akserasinya agresif.

Hal tersebut bisa disebabkan karena setelan udara terlalu kering. Maka Kadek, sapaan akrab pria berbadan bongsor ini pun kemudian mengubah sedikit setelan udara dari semula 1 1/5 menjadi hanya 1 putaran membuka (gbr.4).

”Setelan udara agak ditutup untuk mendapatkan campuran bahan bakar yang lebih banyak,” sergah penggemar off-road ini. Selanjutnya motor kembali dites lari, dan hasilnya kecepataan yang dibukukan mencapai 120 km/jam. Mau buktikan sendiri?

 

 

 

 

 

(source : mymotobike dot com)

Written by irving

10 April 2012 at 11:43

Posted in Motor

Cara Kerja Mesin 4 Tak

leave a comment »

LANGKAH HISAP

Langkah Hisap

Langkah Hisap

Four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston, dua kali rotasi kruk as, dan satu putaran noken as (camshaft).Empat proses tersebut terbagi dalam siklus :

Langkah hisap : Bertujuan untuk memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder.  Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran.

Prosesnya adalah ;

1. Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB).
2. Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder
3. Kruk As berputar 180 derajat
4. Noken As berputar 90 derajat
5. Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder

—————————————————————————————————————————————–

LANGKAH KOMPRESI

Langkah Kompresi

Langkah Kompresi

Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel.

Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga.

Prosesnya sebagai berikut :

1. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA
2. Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup
3. Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber)
4. Sekitar 15 derajat sebelum TMA , busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran
5. Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat)
6. Noken as mencapai 180 derajat

—————————————————————————————————————————————–

LANGKAH TENAGA

Langkah Tenaga

Langkah Tenaga

Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Gerakan linier dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk as. Enersi rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukan hanya menghasilkan tenaga, counter balance weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya.

Prosesnya sebagai berikut :

1. Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar
2. Piston terlempar dari TMA menuju TMB
3. Klep inlet menutup penuh, sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka.
4. Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk-as
5. Putaran Kruk As mencapai 540 derajat
6. Putaran Noken As 270 derajat—————————————————————————————————————————————–

LANGKAH BUANG

Exhaust stroke

Exhaust stroke

Langkah buang menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot. Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukkan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.

Prosesnya adalah :

1. Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA
2. Klep Ex terbuka Sempurna, Klep Inlet menutup penuh
3. Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju knalpot
4. Kruk as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat)
5. Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat)

—————————————————————————————————————————————–

FINISHING PENTING — OVERLAPING

Overlap adalah sebuah kondisi dimana kedua klep intake dan out berada dalam possisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap.

Berfungsi untuk efisiensi kinerja dalam mesin pembakaran dalam. Adanya hambatan dari kinerja mekanis klep dan inersia udara di dalam manifold, maka sangat diperlukan untuk mulai membuka klep masuk sebelum piston mencapai TMA di akhir langkah buang untuk mempersiapkan langkah hisap. Dengan tujuan untuk menyisihkan semua gas sisa pembakaran, klep buang tetap terbuka hingga setelah TMA. Derajat overlaping sangat tergantung dari desain mesin dan seberapa cepat mesin ini ingin bekerja.

manfaat dari proses overlaping :

  1. Sebagai pembilasan ruang bakar, piston, silinder dari sisa-sisa pembakaran
  2. Pendinginan suhu di ruang bakar
  3. Membantu exhasut scavanging (pelepasan gas buang)
  4. memaksimalkan proses pemasukkan bahan-bakar

Oke dengan mengenal prinsip dan cara kerja mesin 4 tak, semoga dapat menjadi pegangan awal sebelum merencanakan modifikasi. Mana hal yang penting untuk dimanfaatkan agar proses langkah tenaga bekerja optimal. Tetap sehat… Tetap semangat! Biar bisa modifikasi mesin tiap hari :)

(source : by Swega R.A.T Motorsport )

Written by irving

14 March 2012 at 15:05

Posted in Motor

Efisiensi Volumetrik

leave a comment »

Meningkatkan volumetric efficiency =  Meningkatkan Engine Performance
Efisiensi volumetrik dapat ditingkatkan dengan beberapa cara mudah :
  • Menjaga suhu jalur pemasukan (intake) tetap dingin dengan mengarahkan jauh dari kompartemen mesin. Dengan menjaga suhu bahan-bakar, kita tettap dapat menjaga campuran udara/bahan-bakar lebih dingin. Semakin dingin campuran ini, maka semakin tinggi efisiensi volumetriknya. Because, a cool mixture is denser or more tightly packed. Tau artinya? Molekul udara dengan bahan bakar dapat lebih padat muatan atomnya (ikatannya lebih rapat = lebih gemuk) dibandingkan dengan suhu panas.  Memodifikasi inlet port, merubah jalur pemasukan sehingga memudahkan campuran lebih mudah lewat akan meningkatkan volumetric efficiency pula. Membentuk ulang jalur porting dengan belokan yang lembut, merubah bentuk tulip klep, memoles dinding porting atau cara-cara lain yang dihalalkan
  • Merubah timing bukaan klep ataupun menambah seberapa jauh klep membuka dipastikan akan meningkatkan efisiensi volumetrik. Rubahan pada noken as sehingga menjadikan klep intake mampu membuka lebih lama dan mengangkat klep lebih tinggi akan membuat kemungkinan pemasukan campuran udara/bahan-bakar lebih optimal.


Efisiensi Mekanikal =  Kemampuan motor untuk berlari pasti lebih rendah dari potensi lari yang diukur dari tenaga mesin.

Hal ini disebabkan karena :

  • Kehilangan akibat gesekan oleh banyaknya komponen bergerak dalam mesin. Piston bergesek dengan liner, bearing2 saling bergesekan, noken as bergesekan dengan rocker arm, rantai timing bergesekan dengan lidah tensioner dan gigi timing, kampas kopling bergesekan dengan plat kopling, gigi transmisi primer bergesekan dengan transmisi sekunder. Cape deh nyebutin part mesin esek-esek, lho!?

Thermal Efficiency adalah hubungan antara energi panas yang disimpan dalam bahan bakar dengan indikasi tenaga kuda yang dihasilkan mesin. Hal ini menggambarkan jumlah potensial energi yang terkandung dalam bahan bakar sesungguhnya terpakai oleh mesin untuk memproduksi tenaga dan berapa jumlah energi yang hilang karena panas. Sejumlah besar energi dari bahan-bakar hilang akibat peningkatan suhu dan tidak terpakai dalam pembakaran. Panas berlebihan ini akan mengakibatkan overheating pada mesin dan cenderung meninmbulkan pembakaran dini (pre-iginition).

Jurus sakti untuk menangkalnya : Gunakan perangkat pendingin mesin :) Ya iyalah… masa ya iya dong ! Exhaust system yang baik juga akan mampu mereduksi panas yang berlebihan dari mesin dan membuangnya ke udara. Dengan minimnya backpresure maka sistem pembuangan free flow sangat membantu pendinginan mesin, itu sebabnya penggantian knalpot akan terasa menambah tenaga mesin, karenan peningkatan efisiensi thermal mesin. Tapi kenapa kok terus terasa boros? Ya iyalah orang kamu keenakan nge-gas pol terus hehehe…

thermal efficiency

(source : by Swega R.A.T Motorsport )

Written by irving

14 March 2012 at 14:43

Posted in Motor

Upgrade Performa Suzuki Shogun Axelo 125

leave a comment »


Peningkatan tenaga dipantau terus lewat dyno

Buat mendongkrak performa Suzuki Shogun Axelo 125 kesayangan, enggak perlu menaikan kapasitas mesin lho. Iya, maksudnya lewat langkah bore up gitu! Dengan kapasitas isi silinder yang masih sama, bisa kok mengejar kenaikan power hingga 3,8 dk.

Seperti dilakukan Robby Wahyudi di pacuan yang baru saja ditebusnya beberapa waktu lalu. “Sebelum Axelo ini, pakai Shogun 125. Cara ini sebelumnya juga sudah diterapkan di Shogun. Jadi tinggal copy paste aja,” ujar pria yang tinggal di Pamulang, Tangerang.

Proses pengerjaan, dilakukan Freddy A. Gautama. Dia orang pemilik workshop Ultraspeed di Jl. H Mencong, No. 42, Ciledug, Tangerang. Buat meningkatkan power, pria yang juga punya mesin dyno ini menyentuh beberapa part vital.

Pertama, dari sisi piston. Tujuannya biar dongkrak kompresi. Piston pun dipilih merek Izumi yang biasa diaplikasi tunner bakal mengisi jeroan bebek balap. “Diameternya tetap ukuran standar, 53,5 mm. Tinggi dome disesuaikan,” aku Freddy.


Cukup knalpot Satria F-150

Maklum, karena kepala dan blok silinder di Axelo ini tidak mengalami pemapasan. Jadi, dome juga tidak boleh tinggi biar piston enggak beradu klep. “Dome piston dibikin jadi 2 mm,” timpal Choky, salah satu mekanik Ultraspeed yang bantu proses penggarapan.

Coakan di kepala piston juga disesuaikan dengan klep yang lift-nya ikut dinaikkan. Tentu biar enggak mentok. Kenaikan lift klep ini juga pengaruh dari pemapasan kem. “Untuk durasinya agak lupa. Tapi tiap bumbungan dipapas sekitar 1 mm aja kok,” urai Choky lagi.

Naiknya lift klep, butuh penyesuaian juga di bagian per klep. Biar sedikit lebih keras dan cegah floating di rpm tinggi, per standar digantikan fungsinya oleh per klep merek TK. Lewat ubahan ini, kini kompresi di engine sentuh 11 : 1. Read the rest of this entry »

Written by irving

14 March 2012 at 14:24

Posted in Motor

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.